Our Knowledge and Science

“Anda sekolah dimana?”

“Anda lulusan apa?”

“Pendidikan terakhir anda apa?”, dll

Itulah sederetan pertanyaan buat kita untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan kita. Padahal menurut saya itu hanya penilaian subjektif, karena ilmu tak dipandang kita menempuh sekolah dimana, lulusan dari sekolah mana, dan sebagainya. Tapi itu juga tidak penting kita mempemasalahkan darimana kita dapat ilmu. Sekarang yang harus kita permasalahkan adalah seberapa besar pengetahuan kita terhadap lingkungan sekitar. Percaya atau tidak, terkadang ilmu dan pengetahuan berpengaruh pada cara pikir dan perilaku seseorang pada sekitarnya. Ilmu dan pengetahuan memberi pilihan untuk bersikap acuh dan perhatian, KITA YANG MEMILIH PERILAKU ITU, BUKAN ILMU YANG MEMILIHKAN. Semua tergantung kita, anda termasuk orang acuh atau perhatian? anda termasuk orang yang terbuka hatinya lewat ilmu atau anda termasuk orang yang angkuh dan acuh karena merasa anda sudah punya ilmu? semua tergantung anda.

Terlepas dari itu semua, harus kita yakini bahwa ilmu membuka mata kita terhadap dunia. Lewat ilmu kita bisa lebih leluasa melihat Kuasa Allah, lewat ilmu kita bisa punya kesempatan untuk tersenyum, lewat ilmu kita lebih leluasa untuk berguna.

Image

Ilmu dan pengetahuan menciptakan satu tali kehidupan yang membuat kita bisa lebih tinggi memanjat untuk melihat hidup

Ilmu dan pengetahuan memberi kekuatan kaki kita untuk berlari cepat menolong dunia 

Ilmu dan pengetahuan mengasah otak kita untuk berfikir inovatif demi mereka yang membutuhkan kita

TAPI INGAT!!!

Ilmu dan pengetahuan BUKAN TUHAN 

mereka adalah jalan yang diciptakan Allah untuk kita

agar kita bisa lebih leluasa melihat Kebesaran-Nya

agar kita bisa bersyukur dan melihat bahwa Allah itu Maha Adil dan Maha Besar