Maafkan Aku Sahabat

Sahabat, kita mengenal memang tak lama

Sahabat, kita mengenal juga tak sebentar

Sahabat, kita mengenal dan berjuang bersama

Sahabat, kita mengenal dan mengucap mimpi bersama

kini . . 

dimana tatap tegasmu itu?

dimana senyum ceria itu?

dimana semangat keberhasilanmu itu?

Ingatkah kau dengan mimpi kita?

mimpi berhasil dan sukses bersama di sana 

mimpi tersenyum bangga dengan hasil perjuangan kita

sahabat, maafkan aku tak bisa berbuat apa-apa ketika kau terjatuh seperti ini.

sahabat, maafkan aku tak bisa menjadi bendungan air matamu

sahabat, maafkan aku tak bisa membuatmu tersenyum disaat kau menangis seperti ini

sahabat, maafkan aku tak bisa menepukkan tanganku bahu mu untuk memberi semangat 

sahabat, maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku 

maafkan aku tak pernah bisa mengenalimu 

aku takut apa yang akan aku lakukan membuatmu semakin menangis 

sahabat , berceritalah apa yang terjadi, aku siap walau menjadi pendegar

sahabat, aku mengkwatirkanmu , aku menyayangimu dan aku tak bisa melihat kau seperti ini 

Image

 

aku mengenalmu berbeda, aku hanya bisa menunduk atas yang kamu rasakan

aku takut aku akan membuatmu benci dan marah ketika aku berusaha untuk menghiburmu 

*untuk dia yang kurindukan ceplas-ceplosnya

Our Knowledge and Science

“Anda sekolah dimana?”

“Anda lulusan apa?”

“Pendidikan terakhir anda apa?”, dll

Itulah sederetan pertanyaan buat kita untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan kita. Padahal menurut saya itu hanya penilaian subjektif, karena ilmu tak dipandang kita menempuh sekolah dimana, lulusan dari sekolah mana, dan sebagainya. Tapi itu juga tidak penting kita mempemasalahkan darimana kita dapat ilmu. Sekarang yang harus kita permasalahkan adalah seberapa besar pengetahuan kita terhadap lingkungan sekitar. Percaya atau tidak, terkadang ilmu dan pengetahuan berpengaruh pada cara pikir dan perilaku seseorang pada sekitarnya. Ilmu dan pengetahuan memberi pilihan untuk bersikap acuh dan perhatian, KITA YANG MEMILIH PERILAKU ITU, BUKAN ILMU YANG MEMILIHKAN. Semua tergantung kita, anda termasuk orang acuh atau perhatian? anda termasuk orang yang terbuka hatinya lewat ilmu atau anda termasuk orang yang angkuh dan acuh karena merasa anda sudah punya ilmu? semua tergantung anda.

Terlepas dari itu semua, harus kita yakini bahwa ilmu membuka mata kita terhadap dunia. Lewat ilmu kita bisa lebih leluasa melihat Kuasa Allah, lewat ilmu kita bisa punya kesempatan untuk tersenyum, lewat ilmu kita lebih leluasa untuk berguna.

Image

Ilmu dan pengetahuan menciptakan satu tali kehidupan yang membuat kita bisa lebih tinggi memanjat untuk melihat hidup

Ilmu dan pengetahuan memberi kekuatan kaki kita untuk berlari cepat menolong dunia 

Ilmu dan pengetahuan mengasah otak kita untuk berfikir inovatif demi mereka yang membutuhkan kita

TAPI INGAT!!!

Ilmu dan pengetahuan BUKAN TUHAN 

mereka adalah jalan yang diciptakan Allah untuk kita

agar kita bisa lebih leluasa melihat Kebesaran-Nya

agar kita bisa bersyukur dan melihat bahwa Allah itu Maha Adil dan Maha Besar

Sedekah

Image

Abu Dzar meriwayatkan sebuah hadis. Rasulullah SAW bersabda, ”Bagi tiap-tiap ruas anggota tubuh kalian hendaklah dikeluarkan sedekah baginya setiap pagi. Satu kali membaca tasbih (subhanallah) adalah sedekah, satu kali membaca tahmid (alhamdulillah) adalah sedekah, satu kali membaca takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah, menyuruh berbuat baik adalah sedekah, dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan, semua itu bisa diganti dengan dua rakaat shalat Dhuha.” (HR Muslim).

Culun

Culun

Masa putih abu-abu, bukan kulitnya yang putih abu-abu hehe
tapi seragamnya yang warnanya putih abu-abu

Masa disaat aku mengenal mereka, para bocah remaja yang beragam
Masa disaat aku mengenal mereka, para guru dengan berbagai karakter
Masa disaat aku mengerti, bahwa prinsip ekonomi “oportunity cost” harus diterapkan
Masa disaat aku mengenal, tindak kriminal kecil yang sudah biasa dilakukan remaja
Masa disaat aku mengerti, bahwa hukum pascal tekanan sejajar dengan gaya, artinya semakin besar tekanan, semakin besar gaya yang akan kita peroleh

Angkuhnya AKU


belajar_kids

 

Ibu Pertiwi, pencetak masa cemerlang bangsa

Ibu pertiwi, pencetak masa runtuh bangsa

Ibu pertiwi, tangan ini mengepal erat penuh semangat

ketika melihat dan mendengar tangis mereka disana

tangis akan kepiluan tak bisa menulis

tangis kepiluan tak bisa membaca

tangis kepiluan tak bisa merasakan sekolah

Ibu pertiwi, kami jiwa-jiwa angkuh

kami jiwa-jiwa sok pahlawan

tapi kami akan berlari, bukan menjauh dari tangisan itu

tapi mendekat dengan semangat kami

mendekat dan merubah semua

pertiwi ku tersenyum, dan mereka tertawa  cerdas

akan hilang keangkuhan kami, ketika semua sadar bahwa disana memang perlu kita